29 Alasan Blog Dihapus Oleh Google

Alasan Blog Dihapus Oleh Google, Google ingin berikan akses yang paling baik untuk penggunanya pada informasi yang pasti, content yang unik, serta sarana yang memadai. Google selalu menambah kualitas hingga Website atau Blog yang paling baik memperoleh perlakuan yang layak pula.

Tetapi, Google mempunyai hak yang pasti untuk memblokir suatu Situs atau Blog. Itulah merupakan konsekwensi dari Google dalam menangani persoalan pada suatu website. Namun barangkali kita menganggap bahwasanya itu adalah aksi arogan google, walau sebenarnya itu merupakan langkah paling baik untuk semua pemakai website serta pengunjung website.

Apakah yang dimaksud penalti Google?

Google sudah merubah kualitas algoritma sejak Desember 2000. Pada saat Itulah dikala google sudah memastikan launching ekstensi toolbar. Pada waktu itu, up-date toolbar bakal mulai membuat SEO seperti yang kita telah kita kenal saat ini. Serta tiap-tiap tahun, Google selalu menyempurnakan mutu mesin pencarian SEO. Google mulai menyingkirkan content yang memiliki mutu jelek serta menambah beberapa hal yang baik untuk beberapa pengaksesnya. Inilah yang dimaksud dengan penalti Google.

Kenapa Google memblokir Website atau Blog kita?

Dari waktu ke waktu. Google selalu membuat revisi langkah content Website serta Blog terindeks. Ia tak lagi segan-segan memblokir website kita yang dikira jelek. Walau Google tak berikan panduan terang perihal hal semacam ini, terdapat beberapa argumen untuk Google untuk mengerjakannya. Jadi, upayakan kita dapat lakukan yang paling baik untuk website kita.

29 Alasan Blog Dihapus Oleh Google

Walau kita tidak paham pasti apa alasan Google memblokir Website atau Blog, kita mesti tahu sebagian aspek kenapa Google jalankan itu, yang salah satunya adalah :

1. Backlink
Kita bisa lakukan BackLink untuk fasilitas mempromosikan Website atau Situs (blog) kita. Namun bila kita lakukan back link atau bertukar link dengan adanya banyak client terlalu berlebih, Google dapat menganggapnya untuk usaha manipulasi.

2. Komentar spam
Umumnya system komentar di beberapa Situs serta Situs (blog) mempunyai system deteksi spam automatis yang di kenal dengan moderasi komentar. Tetapi, banyak blogger yang menonaktifkan system moderasi komentar, alasannya yaitu lantaran tidak akan waktu untuk memoderasi terlampau banyak komentar. Ini bakal jadi hal yang beresiko untuk Situs atau Situs (blog) kita, Google bakal menganggapnya untuk satu yang mencurigakan serta memiliki resiko. Aktifkan system deteksi spam automatis untuk keamanan Website atau Blog.

3. Laporan Spam
Google sudah berikan sarana berbentuk formulir on-line untuk pelaporan website spam. Google bakal memeriksa serta menganalisisnya, bila memanglah dapat dibuktikan spam, maka kemungkinan penalti Google bakal layak untuk website itu.

4. Duplikat konten
Duplikat content yaitu suatu content duplikat di website kita yang membuatnya kurang bermanfaat dalam pandangan Google. Ini bisa turunkan pagerank serta menyebabkan aksi pemblokiran oleh Google. Kita dapat lihat serta meniadakan sebagian duplikat content pada Situs serta Blog lewat Google Webmaster Tools.

5. Terlalu berlebih memakai tag h1
Penataan tag h1 dengan benar memanglah bisa menolong SEO dalam suatu Situs atau Situs (blog). Tag h1 juga menolong Google untuk mengerti apa halaman serta isi Situs atau Situs (blog). Tetapi, pemakaian tag h1 yang terlalu berlebih dapat dikira untuk usaha untuk menambah daftar Google dengan keyword.

6. Kata kunci (keyword) Suffed Content
Maksud Kata kunci (keyword) Suffed Kontent di sini yaitu terlalu berlebih memasukkan keyword pada website serta meta tag untuk usaha menambah pagerank. Ini umumnya dikerjakan lewat cara berikan huruf tebal, miring, bergaris bawah, serta yang lain pada keyword dengan terlalu berlebih. Banyak yang memikirkan bahwasanya terlampau banyak memasukkan keyword bisa memperindah serta menghiasi tulisan. Yang benar yaitu bahwasanya ketentuan ini tak dapat dibuktikan, terlalu berlebih dalam keyword mengisyaratkan content yang ditulis dengan jelek. Ini bisa menyebabkan Google dalam lakukan pemblokiran website.

7. Terlalu berlebih memakai Link Footer
Sebagian desainer situs memakai link footer untuk alat bantu navigasi, sebagian berusaha untuk merekayasa PageRank.

8. Pencurian konten
Google bakal dengan gampang mendeteksi suatu content copy paste dari halaman orang lain. Bila terlampau banyak content copy paste pada halaman situs (blog) kita, Google tak lagi segan untuk berikan hukumnnya. Jadi, buat content dengan pemikiran sendiri, bisa kita mencontoh content orang lain namun jangan sampai content yang kita terbitkan sama persis serta hasil dari copy paste content orang lain. Orang lain juga dapat melaporkan pada Google perihal aksi pencurian yang kita kerjakan.

9. Website yang berbahaya serta mencurigakan
Website yang berbahaya dapat berbentuk website sebagai sarang virus, malware, spyware, dsb. Ini bisa merugikan untuk beberapa pengunjung hingga Google bakal menganggapnya untuk situs ancaman.

10. Link ke website yang berbahaya serta mencurigakan
Janganlah memasukkan link yang mengacu pada situs-situs yang berbahaya serta mencurigakan. Google juga bakal berasumsi website kita untuk ancaman.

11. Website Asusila
Seperti website porno, website kekerasan serta sadis, website yang berikan ancaman pada orang lain atau pada website lain, serta lain sebagainya.

12. Link ke website asusila
Bila kita memasukkan link yang mengacu pada website asusila, maka website kita sama juga dengan website asusila itu. Google juga bakal memperlakukan sama pada keduanya.

13. Hilangnya data dari sitemap
Google memakai sitemap XML untuk mengurai susunan website Anda serta belajar bagaimana itu dikumpulkan. Yakinkan sitemap XML kita ada serta up-to-date, serta selanjutnya mengirimkannya dalam account Alat Webmaster kita.

14. Terlampau banyak iklan
Bila kita bertandang disuatu website dengan iklan yang penuhi halaman, apa yang kita rasakan?. Pasti kecewa serta benar-benar menjengkelkan, Google juga demikian. Kita bisa menempatkan sebagian iklan untuk fasilitas memperoleh duit pemasukan, namun jangan sempat terlalu berlebih hingga penuhi halaman menulis kita.

15. Link tersembunyi
Semua link Situs atau situs (blog) kita mesti tampak serta bermanfaat untuk beberapa pengunjung. Apapun yang tersembunyi yang dikira mencurigakan. Janganlah bikin link warna yang sama juga dengan latar belakang halaman atau tombol, karea ini adalah link tersembunyi.

16. Link yang rusak
Bila kita yaitu seseorang blogger yang baik, janganlah berikan link yang rusak pada beberapa pengunjung. Google bakal berasumsi kita mempermainkan beberapa pengunjung ke beragam halaman 404 error. Periksa link dengan cara berkala serta kerjakan perbaikan link yang rusak, mesin Google saja tak sukai terlebih manusia.

17. Terlampau banyak link orang lain yang kita masukkan
Bila kita bakal memasukkan link website lain ke dalam Website atau Blog kita, sebaiknya janganlah terlalu berlebih, Google bakal menganggapnya untuk back link.

18. Mempromosikan link Website atau Blog ke dalam jaringan sosial
Untuk Google, mempromosikan link melalui sebagian jaringan sosial adalah potensi dari manipulasi SERP. Buktinya yaitu banyak jaringan sosial (seperti twitter, Facebook, serta yang lain) yang men-suspended account pemakainya lantaran terlampau banyak memasukkan link lain ke dalamnya.

29. Website yang terkena hack
Bila website kita sudah di-hack orang lain, Google bakal selekasnya menghapusnya dari SERPs. Cepatlah melakukan tindakan cepat untuk mencegah usaha hacking serta memulihkan website dengan mem-backup-nya untuk kemungkinan buruk yang bakal berlangsung.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Responses to "29 Alasan Blog Dihapus Oleh Google"

  1. terimakasih tulisannya sangat bermanfaat sekali untuk para blogger.. :)
    tapi kita juga memanfaatkan blog sebagai penghasil uang tambahan lho, saya juga gitu.. apabila ingin tau lebih tentang bisnis online bisa mampir ke blog saya :)

    ReplyDelete
  2. Sama-sama Mas Bro Thanks atas kujungannya

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel